IMG 0014

 

Pendahuluan

Sejarah mencatat bahwa pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia telah mengalami masa redup selama tiga puluhan tahun lamanya. Rata-rata etnis Tionghoa yang berumur dibawah 50 tahun tidak mengerti bahasa Mandarin. Selain jumlah guru bahasa Mandarin yang sangat minim dan terbatas, serta kondisi yang tidak mendukung mengakibatkan bahasa Mandarin di Indonesia dapat dikatakan mengalami periode mati suri selama kurun waktu tersebut.

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tergolong memiliki persentase jumlah etnis Tionghoa yang cukup tinggi dan didukung tumbuh-kembangnya organisasi kemasyarakatan etnis Tionghoa yang cukup subur, sehingga kebiasaan, tradisi dan budaya secara turun temurun yang menyatu dengan alam setempat telah mengalami kristalisasi tersendiri. Mayoritas etnis Tionghoa yang bermukim di Kalimantan Barat adalah suku Teochew (Tio Ciu) dan suku Hakka (Khek). Dengan demikian tidak dapat disangkal, bahwa bahasa yang paling banyak dipergunakan sebagai alat komunikasi antar etnis Tionghoa adalah Bahasa Teochew dan bahasa Hakka.

Kondisi tersebut diatas menjadi faktor yang sangat menguntungkan bagi generasi muda daerah untuk pembelajaran bahasa Mandarin. Oleh karena itu, daerah Kalimantan Barat sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan dan peningkatan pendidikan bahasa Mandarin, bahkan diharapkan bisa menjadi basis pendidikan dan pelatihan guru bahasa Mandarin se Indonesia. Akan tetapi, keterbelakangan perekonomian Kalimantan barat yang tidak sebanding dengan daerah lain di Indonesia, membuat banyak sekali generasi muda berasal keluarga prasejahtera tidak dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dapat disimpulkan, perkembangan pendidikan bahasa Mandarin di Kalimantan Barat terkendala oleh SDM dan sumber daya ekonomi yang belum mendukung sepenuhnya.

Perkembangan era globalisasi dan meningkatnya perekonomian Republik Rakyat Tiongkok yang begitu pesat sehingga mampu menduduki posisi kedua setelah Amerika Serikat menjadikan bahasa Mandarin sebagai bahasa yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahasa Mandarin telah menjadi salah satu bahasa yang dipergunakan dalam organisasi internasional Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB). Berangkat dari hasrat dan keinginan ikut serta secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, sehingga terciptanya insan manusia Indonesia yang kompetitif baik regional maupun internasional, yang kemudian didukung oleh Pemerintah melalui Dinas Pendidikan, maka dengan jiwa dan semangat tanpa pamrih, pada tanggal 23 Agustus 2004 berdirilah Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalbar berdasarkan Akta No. 40 tertanggal 22 September 2004 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT berkedudukan di Pontianak, Suwanto, SH. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 2004, bertempat di Star Hotel Jalan Gajahmada Pontianak, dengan dihadiri oleh pejabat dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, organisasi sosial, para tokoh dan praktisi masyarakat Kalimantan Barat, untuk pertama kalinya Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat (selanjutnya disingkat BKPBM Kalbar) secara resmi disosialisasikan.

Pepatah kuno Tiongkok mengatakan :

十年树木,百年树人

artinya

sepuluh tahun menumbuhkan pohon, seratus tahun memanusiakan manusia.

Ini mengandung makna bahwa perlu proses yang panjang dan sulit untuk membentuk seorang manusia daripada menumbuhkan sebatang pohon. Untuk tumbuh dan berkembangnya pendidikan bahasa Mandarin diperlukan sumberdaya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana serta kondisi kondusif yang memungkinkan seluruh anak bangsa mengenyam pembelajaran bahasa Mandarin. Oleh karena itu Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat mengadakan Pendidikan dan Latihan Guru Bahasa Mandarin. Diklat inilah yang diharapkan dapat berperan dalam mendidik anak bangsa, mentransformasikan, menyebarluaskan dan mengembangkan bahasa Mandarin secara berkesinambungan di samping berbagai kegiatan yang bertujuan sebagai wadah yang memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjalin hubungan kerjasama bagi tumbuh dan berkembangnya bahasa Mandarin sebagai bahasa yang sudah waktunya patut dikuasai seluruh anak bangsa dalam era globalisasi saat ini.

 

Kegiatan Dan Kerjasama Yang Telah Dilaksanakan

Berkat dukungan dari Pemerintah Indonesia melalui Dinas Pendidikan, serta dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain: China Overseas Exchange Association, Hanban, Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Sekretariat Nasional Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Indonesia, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jawa Timur, Yayasan Bumi Khatulistiwa, Permasis, Perkumpulan Guru Singkawang, para tokoh masyarakat, praktisi, pemerhati bahasa Mandarin, serta kerja keras yang tiada henti-hentinya, berbagai event skala nasional, internasional maupun lokal telah berhasil kami wujudkan dalam sepuluh tahun terakhir, yakni sebagai berikut :

 

Tingkat Nasional dan Internasional

Pada tanggal 14 sampai dengan tanggal 17 April 2006, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-3 yang dihadiri oleh 70an perwakilan dari 14 Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin seluruh Indonesia. Agenda Utama Rakernas yang dibahas adalah Orientasi Perkembangan Pendidikan Bahasa Mandarin di Indonesia, masalah kelangkaan Guru bahasa Mandarin dan solusinya, Diklat Guru Bahasa Mandarin, bahan Ajar bahasa Mandarin dan sebagainya. Tamu yang hadir dalam rapat kerja ini antara lain Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, Mr. Zhou Bin, Sekretaris Utama, Mrs. Yuan Lin, Sekretaris Konsulat Jenderal, Mr. Xu Chuhui, pejabat Kementerian Pendidikan Nasional RI, Dinas Pendidikan provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Nasional Kota Pontianak, Pimpinan AP Post dan Kundian Ribao Bapak H. Tabrani, pimpinan perkumpulan maupun yayasan etnis Tionghoa, serta para tokoh masyarakat, praktisi dan pemerhati bahasa Mandarin berbagai kalangan.

Pada tanggal 15 – 17 Mei 2012 menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Internasional “Chinese Bridge”ke-11 Tingkat Perguruan Tinggi dan “Chinese Bridge” ke-5 Tingkat Sekolah Menengah Atas untuk wilayah Indonesia. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Hanban RRT melalui Pusat Bahasa Mandarin Universitas Tanjungpura, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Jakarta, dan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat. Para finalis yang mengikuti “Chinese Bridge”, adalah 19 orang mahasiswa dari 8 provinsi dan 31 orang pelajar sekolah menengah atas dari 14 provinsi di Indonesia.

 

Tingkat Lokal

1. Program Dana Pinjaman Pendidikan

Program Dana Pinjaman Pendidikan ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda Kalimantan Barat yang berminat untuk menjadi guru bahasa Mandarin namun belum memiliki kemampuan finansial. Lebih dari 111 muda-mudi dari berbagai suku/etnis di Kalimantan Barat telah mengikuti program ini, diantaranya 25 orang dari etnis non Tionghoa. Saat ini, selain dari sebagian yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, kurang lebih 50 orang peserta dana pinjaman pendidikan kami telah menjadi tenaga pengajar bahasa Mandarin yang tersebar mengabdi di berbagai lembaga pendidikan formal, non formal maupun informal.

 

2. Program Pendidikan dan Latihan (Diklat) Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat

Program Diklat ini dilaksanakan secara intensif dengan acuan standar Hanyu Shuiping Kaoshi (Ujian Standar Internasional Bahasa Mandarin) yang dimulai sejak tahun 2008 hingga saat ini telah memasuki angkatan ke-7 dengan total peserta sebanyak 1.061 orang peserta.

 

3. Program Pelatihan Guru Bahasa Mandarin

Para instruktur dalam program ini berasal dari dalam maupun luar negeri dan telah dilaksanakan sebanyak 13 kali, yakni di Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

 

4. Program Penataran

Panitia Pelaksana Penataran metode dan teknik pengajaran bahasa Mandarin yang diselenggarakan oleh Rombongan Pakar Pendidikan Bahasa Mandarin dari Univeritas Jinan yang diutus oleh China Overseas Exchange Association. Total peserta penataran sebanyak 86 orang, 95% diantaranya adalah para tenaga pengajar muda kelahiran tahun 1980-1990

 

5. Ujian Internasional Bahasa Mandarin (HSK)

Selaku Panitia Pelaksana Ujian Standar Internasional Bahasa Mandarin atau yang disebut Hanyu Shuping Kaoshi (HSK). Pelaksanaan HSK ini telah dilakukan sebanyak 15 kali yang meliputi berbagai tingkatan, yang hingga saat ini telah mencapai jumlah seluruhnya sebanyak 3139 orang peserta.

 

6. Pretest Bahasa Mandarin

Dalam rangka mengukur tingkat penguasaan bahasa Mandarin para pelajar dan mahasiswa, telah dilaksanakan Pretest Bahasa Mandarin sebanyak 7 kali dengan total peserta 111640 orang yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalbar dan Hanban RRT.

 

7. Studi Jarak Jauh

Selaku pusat pelaksana study jarak jauh yang diselenggarakan oleh Universitas Jinan sejak tahun 2005. Total peserta hingga saat ini sebanyak 268 orang, dan yang telah lulus mengikuti program ini telah mencapai 79 orang.

 

8. Memberikan Rekomendasi Beasiswa

Menjembatani para generasi muda berbakat dan berprestasi dari berbagai suku untuk memperoleh beasiswa pendidikan baik short term course (pelatihan selama 1 tahun) maupunlong term course (jenjang Strata 1 dan Strata 2 bidang pendidikan bahasa Mandarin) dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Dengan jalan memberikan rekomendasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, kami telah berhasil menghantarkan para generasi muda tersebut ke Republik Rakyat Tiongkok mengenyam pendidikan bahasa Mandarin, yakni : 63 orang peserta program Strata 1, 21 orang peserta jenjang Strata 2, 53 orang peserta jenjang pendidikan guru bahasa Mandarin taman kanak kanak, dan lebih dari 200 orang peserta kelas khusus pelatihan bahasa Mandarin.

 

9. Terbentuknya Persatuan Guru Bahasa Mandarin Kalimantan Barat

Memotivasi para tenaga pengajar bahasa Mandarin membentuk wadah untuk dapat saling berbagi pengalaman, mengembangkan teknik pengajaran dan pembelajaran bahasa Mandarin, menghimpun bahan ajar yang sesuai dengan tingkat dan bentuk pendidikan, membina para tenaga pengajar, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan status yang disandang sebagai tenaga pengajar.Dengan telah terbentuknya Persatuan Guru bahasa Mandarin Kalimantan Barat, maka hingga saat ini dalam kiprahnya telah melakukan 6 kali Penataran maupun pelatihan bagi tenaga pengajar bahasa Mandarin.

 

10. Menyelenggarakan Lomba Keterampilan Bahasa Mandarin

Sejak tahun 2005-2012 kami telah menyelenggarakan lomba keterampilan bahasa Mandarin antar sekolah menengah tingkat provinsi sebanyak 8 kali. Pada Tahun 2013 dan 2014, kami bekerja sama dengan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Tanjungpura mengadakan Lomba Keterampilan bahasa Mandarin tingkat Mahasiswa dan Tingkat sekolah menengah se-Kalimantan Barat.

 

11. Summer (Winter) Camp, Art Camp dan Chinese Culture Camp

Summer Camp maupun Winter Camp merupakan perkemahan pelajar yang bertujuan memberikan pengetahuan seni, budaya dan bahasa Mandarin, serta sebagai wahana pelajar untuk memperoleh pengalaman bagaimana bekerja sama, toleransi,mengenal dan menghargai satu sama lainnya dalam perkemahan yang terdiri dari berbagai suku bangsa dunia. Kami telah mengadakan kegiatan ini sebanyak kurang lebih 10 kali dengan kota tujuan di RRT seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Wuhan, Xiamen, Nanjing, Huizhou, Hunan, Jiujiang dll.

Art Camp diselenggarakan pada tahun 2010 di Pontianak dengan total peserta mencapai 400an orang. Chinese Culture Camp diselenggarakan oleh BKPBM Kalbar bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Kampung Bali Pontianak pada tahun 2015 dengan jumlah peserta mencapai 255 orang.

 

12. Memotivasi Pembukaan Jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin FKIP Universitas Tanjungpura

Dibukanya prodi pendidikan bahasa Mandarin FKIP Universitas Tanjungpura pada tahun 2009 tidak terlepas dari keterlibatan Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat yang terus menerus memberikan motivasi melalui pertemuan-pertemuan dengan Pimpinan FKIP Universitas Tanjungpura tentang urgensi Pendidikan Bahasa Mandarin bagi kemajuan masyarakat Kalimantan Barat. Demikian pula halnya dengan terbentuknya Pusat bahasa Mandarin Universitas Tanjungpura (Confucius Institute ke 6 di Indonesia) yang bekerja sama dengan Universitas Nasional Guangxi RRT.

 

13. Membantu Program Penataran Guru Bahasa Mandarin yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah dua kali mengadakan program Penataran Guru Bahasa Mandarin tingkat Dasar dan Menengah di Pontianak. Dalam kegiatan tersebut Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat telah membantu menyiapkan Instruktur yang kompeten dalam penataran tersebut.

 

14. Membantu lembaga Qiaoban dari provinsi Guangdong dalam rangka mengumpulkan data di Kalimantan Barat dalam penulisan buku mengenai Sejarah Keturunan Etnis Tionghoa dari provinsi Guangdong RRT.

 

15. Bekerja sama dengan Balai Diklat Keuangan Pontianak Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian keuangan RI menyelenggarakan 2 kali Diklat Intensif bahasa Mandarin, bahasa Teochew (Tio Ciu) dan bahasa Hakka (Khek) tingkat Dasar yakni pada tanggal 19 Agustus sampai dengan tanggal 12 september 2013 dan tanggal 12 Mei sampai dengan 10 Juni 2014 di Gedung BKPBM Kalbar Pontianak. Para peserta Diklat meliputi pejabat/staf Kepabeanan dan Cukai di Wilayah provinsi Kalimantan Barat.

 

16. Menyumbang buku-buku dan materi pembelajaran kepada sebanyak 20an sekolah dan lembaga pendidikan bahasa Mandarin di Kalimantan Barat.

 

Penutup

Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat dapat terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini, tidak lain berkat kepercayaan dan dukungan berbagai pihak serta usaha keras seluruh jajarannya dalam mewujudkan tujuan luhur yang telah ditetapkan bersama sejak awal pendiriannya. Diharapkan apa yang telah kami lakukan dapat menjadi dasar serta menginspirasi semua pihak bagi perkembangan bahasa Mandarin yang semakin baik di masa yang akan datang khususnya di Kalimantan Barat.

Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan yang sangat besar dari Pemerintah RI maupun Pemerintah RRT, Hanban RRT, China Overseas Exchange Association, dan Chinese Language and Culture Education Foundation of China, yang tiada henti-hentinya memberikan bantuan dan kemudahan bagi upaya kami dalam mengembangkan pendidikan bahasa Mandarin, serta dukungan berbagai pihak dalam masyarakat baik berupa tenaga, dana maupun dukungan moril bagi kemajuan dan perkembangan pendidikan bahasa Mandarin.

Kami berharap bahwa ke depannya, seiring dengan terus meningkatnya minat terhadap bahasa Mandarin dari waktu ke waktu karena tuntutan zaman, maka tenaga pengajar bahasa Mandarin harus terus ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya, serta fasilitas berupa sarana maupun prasarana terus dilengkapi, sistem pendidikan bahasa Mandarin yang terstruktur dan sistematis mesti terus diperbaharui dan dikembangkan. Kesemuanya itu tidak lain adalah untuk esok yang lebih baik, agar dapat dihasilkannya sumber daya manusia yang handal dan tangguh, yang dapat membangun bagi kesejahteraan diri sendiri serta kemajuan, kejayaan, harkat dan martabat bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai di mata dunia.

 

 

Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat

1 Juli 2015

 

Go to top