Sejak didirikan pada tanggal 23 Agustus 2004 hingga saat ini, Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat (selanjutnya disingkat BKPBM Kalbar), terus berupaya mengejawantahkan maksud dan tujuan yang telah ditetapkan sejak awal oleh para pendirinya. Salah satu realisasinya adalah : Program Dana Pinjaman Pendidikan Guru Bahasa Mandarin yang dicetuskan pada tahun 2005 dan merupakan sebuah terobosan dan solusi terhadap kebutuhan guru bahasa Mandarin di Kalimantan Barat saat itu. Inti dari program ini adalah memberikan kesempatan kepada para generasi muda di wilayah Kalimantan Barat yang berminat menjadi tenaga pengajar bahasa Mandarin namun menghadapi kendala finansial. Saat ini, jumlah peserta yang mengikuti program dana pinjaman pendidikan guru bahasa Mandarin mencapai jumlah 111 orang, dan lebih dari setengahnya telah mampu berkarya sebagai tenaga pengajar bahasa Mandarin di berbagai lembaga pendidikan.

Bersamaan dengan diluncurkannya program dana pinjaman pendidikan guru bahasa Mandarin, BKPBM Kalbar bekerja sama dengan Yayasan Widya Dharma Pontianak melalui Perguruan Tinggi Widya Dharma Pontianak dan New Asia Institute (Xinya Yanxiu Xueyuan), telah menyelenggarakan kelas intensif untuk pendidikan guru bahasa Mandarin sejak tahun 2005 hingga 2007, dan menghasilkan 62 tenaga pengajar bahasa Mandarin yang merupakan peserta dana pinjaman pendidikan guru bahasa Mandarin dari BKPBM Kalbar. 

Dengan pertimbangan kebutuhan dan minat belajar bahasa Mandarin di masyarakat yang terus meningkat karena tuntutan jaman, kemudian didukung oleh berbagai pihak baik dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Pendidikan provinsi Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Kota Pontianak, tenaga pengajar dalam negeri (lulusan Universitas di RRT) dan luar negeri (native speaker, yakni Guru Bantu bahasa Mandarin dari Hanban RRT), maka BKPBM Kalbar terhitung pada tahun 2008 hingga saat ini secara mandiri menyelenggarakan kelas intensif bahasa Mandarin yang disebut : Pendidikan dan Latihan Guru Bahasa Mandarin Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin Kalimantan Barat atau disingkat Diklat Guru Bahasa Mandarin BKPBM Kalbar.

Dengan kurikulum dan sistem pembelajaran yang berpedoman pada perguruan tinggi populer di RRT yang diadaptasikan dengan kondisi sistem pendidikan di Indonesia, instruktur yang terdidik dan terlatih pada bidangnya, mutu yang terus menerus ditingkatkan, sarana dan prasarana serta suasana belajar yang sangat mendukung menyebabkan jumlah peserta diklat terus meningkat dari tahun ke tahun yang hingga akhir tahun 2014 mencapai jumlah seluruhnya sebanyak 1.000. orang. 

Peserta diklat tidak hanya berasal dari kota Pontianak, melainkan dari berbagai daerah seperti Singkawang, Sambas, Sungai Pinyuh, Sanggau, Ketapang, Bengkayang, Sekura, dan sebagainya dengan berbagai latar belakang, etnis, maupun agama. 

Visi

Terwujudnya masyarakat Kalimantan Barat yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Mandarin baik lisan maupun tertulis.

Misi

  • Meningkatkan mutu dan jumlah tenaga pengajar bahasa Mandarin.
  • Meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Kalimantan Barat melalui bahasa Mandarin
  • Mengembangkan sistem pembelajaran bahasa Mandarin yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai lembaga pendidikan.
  • Turut serta dalam berbagai kegiatan dalam rangka pendidikan dan pengembangan bahasa Mandarin
  • Harmonisasi komunikasi bahasa dan budaya dalam kebhinnekaan masyarakat Kalimantan Barat khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya

Standar Pendidikan dan Latihan BKPBM Kalbar

 

1. Sistem Pembelajaran

Pembelajaran dibagi dalam 3 tingkatan, yakni Tingkat Dasar (Basic), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Lanjutan (Advance). Sistem pembelajaran secara intensif setiap hari, mulai hari Senin sampai dengan hari Jumat dengan total jam pembelajaran seminggu 20 jam. Penyelesaian Diklat 9-10 bulan. Tingkat Dasar memberikan pengantar, pengetahuan dan dasar-dasar bahasa Mandarin. Tingkat Menengah difokuskan pada pemantapan menguasaan keterampilan bahasa Mandarin. Pada tingkat Lanjutan merupakan tingkatan yang lebih spesifik dan peserta harus memiliki dasar keterampilan bahasa Mandarin yang sudah baik untuk masuk ke tingkatan ini. Titik berat pembelajaran pada tingkat Lanjutan adalah yakni bidang pengajaran bahasa Mandarin untuk profesi tenaga pengajar dan bidang usaha (business) untuk tenaga kerja / wiraswasta. Jumlah peserta tiap kelas maksimal 25 orang. Penempatan peserta sesuai tingkatannya didasarkan pada placement test.

Mata PelajaranSemester 1Semester 2Total jam pelajaran
Jam PelajaranJam Pelajaran
Kelas Dasar
Comprehensive (Dasar) 200 jam pelajaran 200 jam pelajaran 400 jam pelajaran
Speaking Listening (Dasar) 120 jam pelajaran 120 jam pelajaran 240 jam pelajaran
Chinese Character 80 jam pelajaran - 80 jam pelajaran
Reading (Dasar) - 80 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Total Jam Pelajaran 800 jam pelajaran
Kelas Menengah
Comprehensive (Menengah) 160 jam pelajaran  160 jam pelajaran 320 jam pelajaran
 Speaking Listening (Menengah) 80 jam pelajaran 40 jam pelajaran 120 jam pelajaran
 Reading (Menengah) 80 jam pelajaran 80 jam pelajaran 160 jam pelajaran
Writing (Menengah) 40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Chinese Culture (Menengah) 40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Praktek Mengajar (Menengah)    - 40 jam pelajaran 40 jam pelajaran
Total Jam Pelajaran 800 jam pelajaran
Kelas Lanjutan
Comprehensive  120 jam pelajaran  120 jam pelajaran 240 jam pelajaran
 Speaking Listening  40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
 Reading  40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Writing  40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Chinese Culture  40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Total Jam Pelajaran 560 jam pelajaran
Kelas Business
Chinese Business 120 jam pelajaran 120 jam pelajaran 240 jam pelajaran
Kelas Pendidikan Guru
Pedagogy 40 jam pelajaran 40 jam pelajaran 80 jam pelajaran
Teknik Mengajar 80 jam pelajaran 80 jam pelajaran 160 jam pelajaran

 

2. Standar Pembelajaran

Gambaran capaian pembelajaran minimal bahasa Mandarin peserta saat masuk dan setelah menyelesaikan pendidikan dengan acuan HSK :

KelasKemampuan saat masukKemampuan setelah lulus

Kelas Dasar

- Prebasic

- Sedikit Basic

0

HSK Level 2

HSK Level 3 (nilai di atas 180)

HSK Level 3-4 (nilai di atas 180)

Kelas Menengah HSK Level 3 HSK Level 4-5 (nilai di atas 180)
Kelas Lanjutan HSK Level 4 HSK Level 5-6 (nilai di atas 180)

*HSK = Hanyu Shuiping Kaoshi (Test kemampuan berbahasa Mandarin Internasional)

3. Kelas Seni Budaya dan Kegiatan Organisasi Peserta Diklat

Mempelajari bahasa Mandarin, tidak terlepas dari seni dan budaya Tionghoa (Chinese Arts) karena merupakan tautan yang dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu Diklat BKPBM Kalbar, tiap pecan, menyelenggarakan kelas Chinese Arts, yakni antara lain Chinese Painting (seni melukis), Chinese Calligraphy (Kaligrafi), Traditional Chinese Song and Musical Instrument (lagu dan alat music tradisional Tionghoa), Chinese Knot (seni tali simpul Tionghoa) serta Wushu yang berada dibawah bimbingan langsung Native Speaker dari RRT. 

Peserta Diklat BKPBM Kalbar diharapkan tidak hanya mampu dari segi keterampilan bahasa Mandarin maupun Chinese arts, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik dalam kehidupan nyata (character building), dan mampu berorganisasi. Dalam organisasi inilah peserta diberikan kesempatan untuk belajar bagaimana berorganisasi yang baik, bekerja sama satu dengan lainnya, menghargai pendapat orang lain, belajar memimpin, belajar mengorganisir berbagai kegiatan, berempati dan peduli dengan masyarakat dan lingkungan sekitar dalam kehidupan sosial, menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari masyarakat, bangsa dan Negara. 

4. Prestasi Peserta dan Alumni DIKLAT BKPBM Kalbar

  • Ana Rosiana, meraih juara 1 Kompetisi Chinese Bridge International kategori non Tionghoa tingkat Sekolah Menengah wilayah Indonesia tahun 2010; Zhekina Glory, meraih juara pertama dalam Kompetisi Chinese Bridge International kategori non Tionghoa wilayah Kalimantan Barat; Paula Aretha dan Dewi Ratnasari, masing-masing memperoleh penghargaan The Best Speaker pada tahun 2010 dan 2012; Yovita Lestari dan Susanti masing-masing meraih Juara Harapan dan Penghargaan The Best performance dalam Kompetisi Chinese Bridge International tahun 2010-2012 tingkat Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi wilayah Indonesia.
  • Sejak berdiri pada tahun 2008 sampai sekarang, lebih dari 200 peserta DIKLAT BKPBM Kalbar berkesempatan memperoleh beasiswa 1 semester, 1 tahun, S1, S2 dan berbagai pelatihan tenaga pengajar profesional bahasa Mandarin lainnya ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Saat menjalani studi di RRT, alumni peserta DIKLAT BKPBM tetap berprestasi, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. 
  • Peserta DIKLAT BKPBM mengikuti ujian internasional bahasa Mandarin HSK setiap tahunnya, dan memperoleh nilai yang sangat memuaskan. Pada bulan Maret 2014, sebanyak 176 peserta DIKLAT mengikuti HSK (66.9% dari total peserta ujian di Kalimantan Barat) dengan tingkat kelulusan mencapai 91%. Sementara peserta yang mengikuti ujian speaking (HSKK) sebanyak 76 orang (61.8% dari total peserta ujian speaking di Kalimantan Barat) dengan tingkat kelulusan hingga 81%.

5. Beberapa kendala yang dihadapi

  • Ketidakpastian waktu kedatangan guru bantu dari RRT sehingga sedikit banyak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar.
  • Literatur dan bahan ajar yang belum maksimal dari segi kuantitas dan jenisnya.
  • Perlunya peningkatan pengelolaan Diklat BKPBM Kalbar ke arah yang lebih professional.
  • Perlunya peningkatan kualitas dankuantitas SDM bidang manejemen.

Penutup

Pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa di masa mendatang, dan Guru sebagai peletak fondasi dari Pendidikan itu sendiri”. Mendidik dan membina generasi muda adalah kunci terpenting untuk memajukan dan mengembangkan bahasa Mandarin. Kerja keras dan meningkatkan kualitas diri secara berkesinambungan seiring dengan perkembangan era globalisasi adalah merupakan suatu keharusan kami bagi pencapaian visi dan misi Diklat BKPBM Kalbar yang telah dicanangkan.

Diharapkan bahasa Mandarin tidak hanya dalam jangkauan pendidikan non formal seperti saat ini tapi juga mampu terus tumbuh dan berkembang hingga pendidikan formal seperti berdirinya perguruan tinggi dengan program studi bahasa Mandarin baik vokasional maupun akademik seiring dengan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sejalan dengan kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah secara terus menerus mendukung baik secara materiil, moral maupun tenaga sehingga Diklat BKPBM Kalbar mampu eksis hingga hari ini. Keberadaan Diklat BKPBM Kalbar adalah suatu upaya terciptanya sumber daya manusia Kalimantan Barat yang berkarakter, tangguh, kompetitif, fleksibel dan berjiwa interprenurship bagi kemajuan dan kesejahteraan hidup diri sendiri, daerah, bangsa dan negara kita, Indonesia!

           

Diklat Guru Bahasa Mandarin BKPBM Kalbar

            Pontianak, 15 Juni 2014

 

 

Go to top